Search Konten In This Blog

Artikel Malam : Hai Politikus Demokratos

Bobroknya
Sistem Demokrasi dan Politik Indonesia.


Demokrasi oh demokrasi, kata yang berasal dari yunani ini sebenarnya dalam  bahasa aslinya merupakan gabungan dua kata. 'Demos' dan 'Kratos' yang artinya, Kekuasaan Rakyat. bentuk Aplikasinya adalah dengan mengubah segala haluanketatanegaraan mengacu kepada pol rakyat. Dari Rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. 
Pertanyaannya adalah, dibagian mana dari bentuk pengaplikasian selama sistem Demokrasi ini berjalan yang berhulu dan berhilir di tangan rakyat di indonesia?

Mungkin karena ibu pertiwi juga seorang manusia. sehingga ia dapat berkilah bahwa tidak ada yang sempurna di tangan manusia. Dana memang dari Rakyat, Dikelola Oleh Wakil Rakyat untuk....

"Wakil Rakyat-lah" enak saja, memangnya siapa yang mau capek-capek ngurusin uang rakyat cuma-cuma?

Intinya Wakil rakyat alias 'Parpol yang diberi tugas di parlemen' telah membeli kursi yang mereka duduki sekarang dengan harga yang mahal, lalu selama berada di kursi tersebut mereka paling tidak dimarahi atau minimal harus berangkat pagi pulang malam mengurusi uang-uang rakyat yang masuk ke kas negara atau daerah. So anyway,semua jerih payah mereka harus dibayar, tidak ada yang gratis di dunia ini. Begitu pikir mereka.

Sistem demokrasi yang banyak dianut oleh berbagai negara di dunia sangat tidak relevan untuk di jalankan di negeri tercinta ini. ditambah lagi demokrasi telah melahirkan sistem-sistem lain yang beriringan demi tercapainya kepentingan individu dengan topeng demokrasi yang pro rakyat.

Contohnya adalah sistem kampanye dalam pemilu, setiap parpol berhak mengajukan suaranya untuk mencalonkan wakil mereka sebagai pemimpin suatu daerah dan juga partai mereka sebagai dewan legislatif daerah. uang yang mereka keluarkan tidaklah sedikit. hampir setiap negara dengan sistem Demokrasi demikian. sehingga tidak jarang mereka menjadi tikus-tikus lapar merindukan keju di bulan. ketika bulan di dapat keju pun sirna.

Rakyat merasa bahwa demokrasi telah menguntungkan mereka dalam mengeluarkan pendapat bebas. mengajukan mosi atau sebagainya. namun tanpa sadar mereka telah kehilangan banyak hal.

Terbengkalainya pendidikan, Infrastruktur, dan lain-lain. Demokrasi yang dikatakan menjadi solusi dalam membangun masyarakat madani yang sejahtera hanyalah menjadi sebuah wacana tak berbentuk yang dirasakan manfaatnya cuma oleh sebagian orang saja. Yang kaya akan menjadi semakin kaya miskin akan semakin terpuruk dengan kemiskinannya. Pengawasan terhadap kepala dan wakil daerah yang minim menyebabkan mereka bekerja sesuka hati sembari menutup sebelah mata dan menulan ludah. Apa daya, walaupun negara demokrasi, rakyat kecil tetaplah rakyat kecil. Wakil rakyat yang dikatakan pro rakyat sebenarnya hanyalah topeng untuk menyejahterakan kehidupan mereka pribadi.

Ditambah kemerosotan nilai rupiah akibat kelalaian dan lemahnya pengetahuan dalam pengelolaan kekayaan negara ini menyebabkan ketidak seimbangan kebutuhan masyarakat dan barang pemuas kebutuhan.

Butuh Puluhan tahun mungkin untuk menyadarkan negeri ini, merehabilitasi efek psikologis yang diperoleh dari 'Kebobrokan tiga lembaga penguasa negeri' Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Demokrasi bisa dibilang merupakan salah satu dari seribu kemunduran negeri dalam memerangi perpecahan ideologi. Politik diisi oleh kebanyakan orang yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya. jangan salahkan negeri lain menjajah kita dengan budaya mereka. karena sebenarnya rakyat telah dijajah sedari dulu oleh pemimpin mereka sendiri.

Birokrasi yang berlebih-lebihan. membuang ribuan pohon menjadi kumpulan kertas tak berguna. menjadi sampah menumpuk dan pada akhirnya hanya membuat polusi semakin menjadi-jadi. ketidaktransparanan antara pemerintah dan masyarakat menyebabkan masyarakat lebih mudah diadu domba oleh bangsa asing. orang cerdas yang menjadi bibit kejayaan negeri di masa depan satu persatu menjual diri kepada asing. mereka melancong ke negeri seberang. bukan semata-mata karena mata  uang yang lebih besar dan hidup yang lebih nyaman atau lingkungan yang bersih. tapi penghargaan atas hasil karya lebih  mereka peroleh di sana. siapa yang perlu disalahkan jika sudah demikian? anak-anak muda itu? mereka juga manusia sama seperti kita. yang membutuhkan penghargaan dan realisasi jangka panjang atas jasa mereka. bukan hanya kertas piagam yang tidak menghasilkan apapun di masa yang akan datang. mereka tidak butuh disenangkan sehari dua hari. karena jerih payah itu mereka lakukan demi membangun negeri.

Salahkanlah topeng Demokrasi yang katanya berkedaulatan rakyat. salahkanlah mereka yang duduk di kursi nyaman parlemen namun tidak mengupayakan satu tetes darah ikhlas pun untuk rakyat.


  

No comments:

Post a Comment

Back to top